Iwan Sunter, Berpetualang Sepeda Hingga Puncak Gunung

iwan sunter

Foto: iwansunter.blogspot.com

Sudahkah kenal dengan Iwan Sunter? warga Sunter Agung yang mencapai 13 puncak gunung di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, sepeda yang digunakan cuma polygon Unitoga, bukan sepeda canggih dengan harga selangit.

Iwan Sunter berprofesi sehari-hari sebagai tukang parkir dan kuli panggul disebuah pasar didaerah sunter agung, kadang juga berdagang kaki lima. Sejak 1986 telah mengenal gunung dari kakak perempuannya yang selalu bercerita dan memperlihatkan dokumentasi pendakiannya. Hingga kini sejak 1990 sampai dengan 2015, Iwan sudah melakukan 119 kali pendakian (48 gunung di Jawa, Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi) dan 19 kali pendakian diantaranya dengan menyertakan sepeda Polygon hingga ke puncak gunung.

Sedangkan perjalanan bersepeda seorang diri telah 14 kali dilakukan. Jarak terjauh untuk saat ini adalah: Rute “Jakarta-Pulau We, Aceh-Jakarta-Larantuka, NTT” di tahun 2006 sejauh lebih dari 6.000km dan Rute “Manado-bitung-manado-Palu-Poso-Luwuk-Poso-malili-Kendari-malili-palopo-rantepao-Makassar-Denpasar-Jakarta” di Tahun 2010 Serta Vietnam – Jakarta tahun 2012.

Sungguh kemauan dan tekad luar biasa. Pada 2004, dan di 2005 selama 15 hari Iwan berpetualang dari jakarta menuju puncak gunung Rinjani, Lombok – NTB. Setelah mendaki rinjani, dalam perjalanan pulang masih ‘menjenguk’ Gunung Agung, Gunung Argopuro, Gunung Lamongan, dan Gunung Sumbing. Semuanya mencapai puncak dengan BERSEPEDA.

Tidak hanya menyambangi Rinjani, Puncak Mahameru di gunung Semeru pun dijenguk.Selain mendaki gunung, iwan juga bersepeda keliling ke kalimantan, sumatra, dan sulawesi. Namun yg mengagumkan adalah iwan tetap sosok rendah hati, pecinta keluarga dan religius.

Hebatnya semua perjalanan dari Jakarta menuju lokasi gunung hingga kembali ke Jakarta, dilalui dengan mengayuh sepeda. Beberapa diantaranya adalah:

1. Gede, Jawa Barat (2004)
2. Rinjani, NTB (2005)
3. Sinabung, Sumatera Utara (2006)
4. Batur, Bali (2007)
5. Ringgit, Jawa Timur (2007)
6. Lawu, Jawa Timur (2007)
7. Wilis, Jawa Timur (2007)
8. Semeru, Jawa Timur (2008)
9. Merapi, Jawa Tengah (2009)
10. Welirang, Jawa Timur (2009)
11. Penanggungan, Jawa Timur (2009)
12. Sindoro, Jawa Tengah (2009)
13. Ciremai, Jawa Barat (2009)

Petualangan dengan sepeda terkini Iwan adalah pendakian gunung Salak dengan membawa sepeda. Menurutnya Pendakian ini adalah sebuah perjalanan yg telah lama tertunda, dikarenakan banyaknya kesibukannya.

Niat akan mendaki gunung salak dengan membawa sepeda adalah sebuah perjalanan yang menurutnya kewajiban. Akhirnya tahun ini setelah lebaran 2015 dia melakukan perjalanan bersepeda dari rumah hingga cicurug kabupaten sukabumi untuk mendaki gunung yg telah lama didambakannya. Dan setelah pendakian berhasil hingga puncak, sepedanya kembali dikayuh hingga tiba di rumah..

Iwan Sunter, bukan anak kemarin sore yang gemar mencari sensasi. Dia mengaku sudah lama menekuni dunia petualangan. Tahun lalu, dia melakukan aksi yang bisa dianggap “gila”, yaitu berlari sejauh 1.600-an kilometer dari Jakarta-Surabaya-Jakarta.

Tahun ini, menurut dia, targetnya naik, menyusuri 2.500-an kilometer Jalan Lintas Sumatera dari Aceh ke Jakarta.

Pria kelahiran tahun 1972 ini menegaskan bahwa dirinya telah merencanakan semuanya dengan matang.

Setiap melakukan pekerjaan sehari-harinya sebagai buruh kuli angkut di salah satu pasar di Jakarta, dia sudah membagi pendapatannya dalam tiga pos: pembiayaan kehidupan sehari-hari, untuk membiayai anak semata wayangnya, dan untuk membiayai petualangannya.

Anak semata wayangnya yang kini berusia 8 tahun itu, saat ini tinggal bersama mantan istrinya.

“Saya bukan pengemis, semua saya biayai sendiri, dan bantuan dari beberapa teman dekat yang paham dan sejalan dengan hobi saya ini,” katanyaa.

Sebagai jurnal, dia menuliskan segala catatan perjalanannya tersebut di blog pribadi miliknya, dan akun facebooknya. Dari sanalah para sahabat, pengagum, dan “donatur”-nya memantau.

Iwan mengaku bangga dengan idealismenya yang hingga berita ini ditulis belum pernah meminta uang kepada para pejabat atau pemimpin di daerah yang dia lalui.

Dia pun mengaku hanya makan dan minum yang mampu dibeli. Pernah pada suatu kali dia meminta minuman bekas sisa seorang pembeli es yang tidak dihabiskan. Ini dilakukannya untuk menghemat biaya petualangannya, yang menurut dia sangat terbatas.

Iwan mengaku sangat menikmati apa yang dirinya lakukan. Dia tidak ingin menyuarakan apa pun. Tidak dalam misi kemanusiaan apa pun, hanya ingin berpetualang.

“Petualangan itu dimulai dari hati, bukan otak. Saya hanya berlari dengan bekal yang saya punya. Pantang untuk mengemis. Apa pun yang terjadi di jalan berharap penuh dari pertolongan Tuhan. Ada yang iba membantu, tetapi saya tidak pernah meminta. Apalagi, meminta dari pejabat,” ujar Iwan.

Entah disadarinya atau tidak, semangat yang dia miliki juga bisa didapatkan siapa pun yang pernah menonton Film “Forest Gump” arahan Robert Zemekicks. Dalam film itu, sang tokoh Forest hanya ingin berlari menyusuri negara Amerika Serikat, tidak ada misi lainnya.

Setelah menyusuri Jalan lintas Sumatera Aceh-Jakarta, Iwan mengaku masih menyimpan obsesi lain yang bakal menjadi petualangannya berikutnya pada tahun mendatang, yaitu bersepeda mengelilingi Pulau Kalimantan.

 

Author: pesiar

Share This Post On

Submit a Comment